Pembelajaran online 2012

hybrid learning universitas esa unggul

Pembelajaran Online Universitas Esa Unggul

Semester Ganjil 2012/2013

 

 

  • Persiapan dosen sebelum mengajar

 

  1. Dosen kelas karyawan yang melaksanakan pembelajaran online mempersiapkan (1) Kontrak pembelajaran ; (2) Materi pembelajaran (3) Materi diskusi ; (4) Materi evaluasi
  2. Kontrak pembelajaran ditulis dalam format yang disediakan di web hybrid learning. Pembelajan online terdiri dari 2 pola, yakni pola 1 yang memiliki 6 aktivitas online dan pola 2 yang memiliki 5 aktivitas online.
  3. Materi pembelajaran berbentuk full text, audio dan/atau video. Materi tersebut diupload di web hybrid learning dan/atau di tulis dalam blog dosen.
  4. Materi diskusi dibuat di web hybrid learning. Untuk dosen yang menyajikan materi pembelajaran di blog tidak perlu membuat materi diskusi karena diskusi dapat dilakukan di kolom komentar.
  5. Materi evaluasi dalam bentuk latihan soal dan/atau tugas online yang dibuat di web hybrid learning.

 

  • Pelaksanaan Pembelajaran online

 

  1. Pembelajaran online dilaksanakan untuk mahasiswa kelas karyawan yang sudah duduk di semester 2 dan seterusnya, sedangkan untuk mahasiswa kelas karyawan semester 1 atau mahasiswa kelas reguler belum berlaku pembelajaran online.
  2. Pembelajaran online terdiri dari 2 pola, yakni pola 1 yang terdiri dari 6 aktivitas online dan 8 aktivitas tatap muka serta pola 2 yang terdiri dari 5 aktivitas online dan 9 aktivitas tatap muka.
  3. Pembelajaran online pola 1 berlaku untuk mata-mata kuliah yang dijadwalkan pada hari Sabtu sebelum pk. 16.00 dan Minggu sebelum pk. 14.00.  Untuk mata-mata kuliah yang dijadwalkan hari Senin s/d Jum’at, sebelum pk. 18.00 berlaku pola 1.
  4. Pembelajaran online pola 2 berlaku untuk mata-mata kuliah yang dijadwalkan pada hari Sabtu sesudah pukul 16.00 dan Minggu sesudah pk. 14.00. Untuk mata-mata kuliah yang dijadwalkan hari Senin s/d Jum’at sesudah pk. 18.00 berlaku pola 2.
  5. Pembelajaran online dimulai pada minggu ke-4 (pola 1) atau minggu ke-5 (pola 2) dan dilaksanakan secara berselang seling antara pola 1 dengan pola 2. Aktivitas online tidak diperbolehkan diselenggarakan secara berturut-turut, harus diseling dengan aktivitas tatap muka.
  6. Aktivitas online dapat digantikan dengan aktivitas tatap muka, namun  sebaliknya, aktivitas tatap muka tidak dapat digantikan dengan aktivitas online.
  7. Kelas pengganti untuk aktivitas tatap muka dilaksanakan pada hari Senin s/d Jum’at malam dan tidak diperbolehkan dilaksanakan pada hari Sabtu atau Minggu.
  8. Materi pembelajaran online selalu dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  9. Dosen memberikan umpan balik atas pertanyaan mahasiswa dalam diskusi online, baik di web hybrid learning dan/atau komentar mahasiswa di blog dosen
  10. Dosen memberikan umpan balik terhadap tugas dan/atau latihan soal yang dibuat oleh mahasiswa baik mahasiswa yang menyelesaikan tugas/atau latihan soal di web hybrid learning dan/atau di kolom komentar blog dosen, apabila tugas tersebut diberikan di blog dosen.
  11. Dosen menggunakan aktivitas online, terutama mahasiswa dalam menyelesaikan latihan soal dan/atau tugas dalam komponen penilaian kehadiran dan tugas

 

 

  • Lain-lain

 

  1. Dosen yang tidak memenuhi persyaratan di atas dinilai tidak memadai dalam melaksanakan pembelajaran online
  2. Pelaksanaan pembelajaran online akan dilaporkan setiap akhir bulan sebagai acuan pembayaran honorarium aktivitas online
  3. Honorarium aktivitas online setara dengan besaran honorarium kelas karyawan, ditambah dengan 20% besaran honorarium standar.
  4. Dosen yang akan melengkapi persyaratan diberi kesempatan sampai tanggal 10 bulan berikutnya.

 

 

About mulyo

Sewaktu duduk di bangku SMA, saya mulai berkenalan dengan dunia bisnis namun cara berbisnis saya seperti perilaku seorang pekerja lepas (self employed). Saya menjajakan barang dagangan berupa kebutuhan hidup sehari-hari di toko kelontong milik orang tua. Barang yang dijual adalah sabun, sikat gigi, odol, parfum, obat, gula, kopi, teh, susu, dan sebagainya. Motivasi saya waktu itu adalah mengumpulkan tabungan untuk biaya kuliah di perguruan tinggi. Setelah kuliah di perguruan tinggi, kebiasaan saya berbisnis terus tumbuh. Awalnya, saya mengambil program studi politik karena saya berniat menjadi politisi.Keadaan tahun 80-an kondisi politik sangat panas dengan banyaknya intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan rezim Soeharto terhadap mahasiswa dan membuat saya mengubah niat menjadi seorang pendidik. Selama masa kuliah, saya berbisnis dengan cara menjajakan barang-barang cetakan, souvenir dan assesories kepada konsumen secara langsung. Dilain waktu, saya juga menawarkan jasa untuk mengerjakan proyek-proyek yang ditawarkan oleh teman-teman dan dosen untuk menambah penghasilan. Motivasi saya berbisnis adalah mencari penghasilan untuk menambah kiriman orang tua, sehingga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bisa membayar biaya kuliah. Setelah lulus dari perguruan tinggi, tempat pertama yang saya incar sebagai lahan pengabdian adalah lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Motivasi saya adalah mencari pekerjaan. Awalnya, saya diminta oleh Profesor Tilaar untuk menjadi dosen di almamater saya, salah satu PTN di Jakarta, karena saya menjadi lulusan terbaik. Pada waktu itu ada kebijakan zero growth yang mengharuskan saya menunggu hingga ada dosen yang pensiun dahulu untuk bisa masuk sebagai dosen PTN dan saya tidak sabar menunggu. Nasib akhirnya membawa saya menjadi dosen juga di salah satu universitas swasta di Jakarta, menjadi seorang pekerja (employee) Sebelum menjadi dosen, jabatan saya adalah Asisten Direktur salah satu program pendidikan di sebuah institut dengan gaji yang sangat tidak memuaskan. Saya tidak menyadari bahwa menjadi seorang pekerja memang tidak dapat mengharapkan kepuasan dari gaji yang diterima. Jumlah gaji seorang pekerja sudah ditentukan oleh pimpinan atau pemilik usaha, bahkan karena pada waktu itu lembaga tempat saya kerja belum mempunyai sistem penggajian yang bagus, akibatnya gaji yang saya terima sangat kecil dibandingkan dengan teman-teman se kantor yang jenjangnya relatif sama. Untuk menambah penghasilan, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pengajar di lembaga pendidikan tempat saya bekerja. Saya mencoba merintis karier di lembaga pendidikan dengan menduduki berbagai jabatan yang tersedia. Setelah lembaga pendidikan tempat saya bekerja dikembangkan menjadi Akademi dan Universitas, saya diangkat sebagai Pembantu Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan di Akademi tersebut. Perkembangan selanjutnya adalah, ketika dibentuk sebuah fakultas kesehatan, saya juga diangkat sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, demikian pula ketika dibentuk fakultas kesehatan lainnya, saya merangkap jabatan di kedua fakultas kesehatan tersebut. Di bidang akademik, selain menjadi dosen di Akademi dan Universitas, saya juga pernah diangkat sebagai Ketua Peminatan dan Sekretaris Jurusan. Di bidang kemahasiswaan, saya mempunyai pengalaman sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani Islam dan UKM Korps Sukarela PMI. Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi finansial saya tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang saya tempati belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang dan perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa. Untuk mencapai keamanan finansial, saya mencari tambahan penghasilan dengan menyewakan mobil yang saya miliki, menjadi perantara dalam jual beli rumah dan menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan manajemen. Sampai tahap ini, saya masih memposisikan diri saya sebagai karyawan dan dosen (employee) merangkap sebagai instruktur dan penjual jasa (self employed). Saya berusaha meningkatkan motivasi saya dengan jalan merintis karier untuk menjadi pemilik usaha (business owner) dan investor guna meraih kebebasan finansial (financial freedom) sebelum menginjak usia 60 tahun. Saya berpendapat, kebebasan finansial terwujud jika saya sudah memiliki penghasilan pasif (passive income) yang mencukupi kebutuhan hidup. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini, bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena ingin mendapatkan penghasilan. Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang "bekerja" mendapatkan penghasilan pasif. Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing. Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..
This entry was posted in Home and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>